Genoa Mintak Kesetaraan Terkait Penundaan Serie A Karena Virus Corona




Pihak Genoa mempertanyakan kesetaraan terkait penundaan pertandingan Serie A karena Virus Corona. Dimana Genoa yang juga bermain di Serie A tidak mendapatkan penundaan dari pihak kementrian olahraga Italia. Alhasil mereka melaksanakan pertandingan Genoa vs Lazio di hari Minggu (23/2/2020) dini hari WIB.

Ada dua pertandingan Genoa vs Lazio dan AS Roma vs Lecce tetap dilaksankan dihari yang sama. Tentu ini menjadi pertanyaan dari pihak Genoa selaku tuan rumah. Mereka mempertanyakan keputusan pemerintah yang tidak menyetarakan penundaan. Hanya beberapa pertandingan saja yang ditunda dan pertandingan lain masih berjalan.

“Kami sangat menghormati keputusan dari pihak berwenang, tetapi permintaan yang bisa kami ajukan adalah keseragaman pada Liga," kata Maroccu dilansir dari berita Football-Italia.

"Oleh karena itu, jika situasi tidak berubah, mereka lebih baik menunda seluruh pertandingan Serie A selama wabah Corona daripada menggelar sejumlah pertandingan seperti ini," tutupnya.

Sebelumnya Perdana Mentri Italia, Giuseppe Conte mengumumkan penundaan pertandingan Serie A. Lantaran wabah Virus Corona yang sudah memasuki wilayah Italia pekan terakhir ini. Bahkan virus itu sudah membunuh dua orang dan 79 sudah terjangkit virus yang berasal dari Cina tersebut.

Terkait pertandingan Genoa vs Lazio yang tidak ditunda ada penjelasan dari Presiden Komite Olimpiade Nasional Italia (CONI), Giovanni Malago yang secara detail menjelaskan kebingungan tersebut. Dirinya mengatakan kalau membuat keputusan ataupun penundaan harus berkordinasi dengan pihak pemerintah setempat dahulu.

“Saat ini, event olahraga tak bisa berjalan semau mereka, dibutuhkan koordinasi dan indikasi dari pihak berwenang, terutama oleh pemerintah," ujar Malago melanjutkan.

"Malam tadi sedikit kacau dengan sejumlah rapat yang terlambat dan pengumuman yang harus kita patuhi. Beberapa pihak mungkin tidak setuju akan hal ini, tapi inilah situasinya saat ini,"sambungnya.

Mereka sempat mengusulkan kalau pertandingan akan digelar tanpa penonton. Namun pilihan ini dirasa terlalu cepat diputuskan tanpa adanya pertimbangan lebih jauh. Jadi saat ini mereka memilih pertandingan yang dirasa merupakan wilayah rawan virus Corona akan langsung ditunda pertandingan tersebut.

"Itu adalah salah satu pilihan yang tersedia, tapi saya merasa hal itu akan sangat salah dan tidak adil jika memutuskan hal tersebut sebelum ada imbauan dari pemerintah," kata Malago lagi.

Malago juga mengatakan kalau bukan hanya sepak bola saja yang terkena imbas dari Virus Corona ini. Semua jenis olahraga juga ditunda pertandinganya oleh pemerintah Italia. Agar aktifitas diluar ruangan lebih dibatasi untuk memperlambat penyebaran Virus Corona.

"Bukan hanya sepak bola, ada beberapa olahraga lain yang terpengaruh oleh ini. Direktur sepakbola, perwakilan klub, semuanya terlibat dalam diskusi larut malam kemarin dan pada saat itu laga Torino Vs Parma bukan menjadi laga yang akan ditunda," tandasnya.

Bayern Munich Diyakini Akan Bisa Hancurkan Chelsea




Mantan pemain Chelsea, Michael Ballack mengatakan Bayern Munich bisa hancurkan Chelsea pada pertandingan babak 16 besar Liga Champions melawan Chelsea.

Bayern Munich akan mengunjungi Stamford Bridge untuk leg pertama pada 25 Februari, dan setelahnya giliran Chelsea yang bertandang ke Allianz Arena ada 18 Maret.

Ballack pernah bermain di kedua klub selama kariernya. Ia bermain bersama Lampard di lini tengah Chelsea antara 2006 dan 2010 setelah emat tahun di Bayern Munich. Dia menikmati kesuksesan besar di kedua klub, memenangkan 12 trofi utama, termasuk tiga gelar Liga Jerman dan Liga Inggris.

Selama satu dekade Ballack berada di puncak kariernya, Bayern dan Chelsea keduanya berada di antara tim elite Eropa dan secara teratur membuat penampilan bagus di Liga Champions.

The blues memenangkan Liga Inggris pada 2016-17, tetapi mereka kehilangan tempat di Liga Champions dua kali dari empat musim terakhirnya, dan belum pernah melewati babak 16 besar sejak 2013-14.

Setelah awal yang baik untuk musim ini di bawah legenda the Blues, Frank Lampard, Chelsea sudah mulai turun performanya di Liga Inggris, meskipun mereka masih bisa bertahan di peringkat keempat klasemen sementara.

Mereka tampil mengesankan di babak grup Liga Champions, finis di posisi kedua di Grup H di belakang Valencia dan maju ke babak selanjutnya dengan mengorbankan semifinalis musim lalu, Ajax.

Tetapi pencapaian Bayern Munich lebih bagus, mereka berhasil memenangkan semua pertandingan selama babak penyisihan grup dan merupakan salah satu favorit untuk memenangkan Liga Champions.

Di liga domestik, Bayern Munich juga tidak terkalahkan dalam tujuh laga terakhir mereka, yang membuat mereka memuncaki klasemen sementara Liga Jerman, dan mereka seperti sudah menemukan formula yang pas sejak dilatih oleh Hansi Flick.

“Ada banyak alasan yang membuat Bayern menjadi tim favorit di laga nanti. Mereka memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak,” ungkap Michael Ballack seperti dikutip football5star.com dari laman berita bola Bleacher Report.

“Hukuman embargo transfer yang diderita Chelsea membuat mereka harus mengandalkan para pemain muda. Selain itu, mereka juga dilatih oleh manajer yang belum berpengalaman. Hal itu tentu menjadi sebuah keuntungan yang sangat besar untuk Bayern,” tambah pemain asal Jerman itu.

“Performa level tinggi yang ditunjukkan oleh para pemain Bayern juga menjadi sebuah nilai tambahan untuk mereka. Saat ini, mereka tampil jauh lebih stabil dan konsisten semenjak musim gugur lalu,” tutup pria 43 tahun itu.

The Blues akan kembali beraksi di Liga Inggris ketika mereka menyambut Manchester United di Bridge pada hari Senin waktu setempat, sementara Bayern saat ini sedang mempersiapkan pertemuan dengan Paderborn di Allianz Arena pada hari Jumat.

Klopp Tegaskan Mohamed Salah Tidak Egois




Pelatih tim sepak bola Liverpool, Jurgen Klopp kembali memuji anak asuhnya Mohamed Salah. Dimana pemain asal Mesir ini kembali membuat catatan positif untuk Liverpool. Saat pertandingan Liverpool vs Southampton di Stadion Anfield akhir pekan lalu.

Liverpool mampu menang telak 4-0 di pertandingan pekan 25 Liga Inggris itu. Mohamed Salah mencetak dua gol pada pertandingan itu di menit ke-71 dan 90 dengan gol spektakuler miliknya. Melihat itu Klopp tidak segan-segan memberikan pujian dan dukungan kepada penyerang andalan Liverpool itu.

Jurgen Klopp juga mengatakan kalau ini menjadi bukti kalau pemainya Mo Salah tidak egois. Banyak yang mengatakan kalau dirinya egois dilapangan. Namun setelah melihat hal ini dapat terlihat kalau dirinya mencetak gol dengan bekerja sama dengan rekan yang lain.

"Seminggu yang lalu, orang berbicara tentang Mo Salah. Mo tidak pernah egois atau lebih egois dari yang seharusnya. Seorang striker di posisi yang tepat, kami telah melihat gol dari Mo di mana dia mencetak gol di antara empat pemain dan menemukan atap gawang,” ujar Klopp, sebagaimana dikutip dari liputan sepak bola Goal, Senin (3/2/2020).

Dirinya menilai Salah bisa saja mencetak lebih banyak gol dalam pertandingan melawan Southampton. Bahkan dipertandingan lainnya tapi Salah memilih untuk mengoper bola kepada rekanya yang lain. Ketika bola kembali kepada pemain bernomor punggung 11 ini dirinya langsung mencetak gol.

“Lalu, ketika Anda tidak mencetak skor, orang mengatakan Anda seharusnya melakukan ini atau itu. Dia sangat tidak egois saat (melawan Southampton) dan dia mendapatkan bola kembali sehingga dia bisa mencetak gol,” lanjutnya.

Eks Ajax Amsterdam Akan Lakoni Latihan Bersama Persib Bandung




Pemain asal Belanda, Geoffrey Castillion tinggal selangkah lagi menjadi pemain Persib Bandung musim ini. Dirinya akan segera menjalani latihan bersama Persib Bandung untuk semakin memperjelas statusnya menjadi pungawa Maung Bandung. Ini merupakan kali pertama dirinya melakukan debut di sepak bola Asia.

Dengan berstatus jebolan Ajax Amsterdam sudah pasti banyak ilmu yang sudah dipelajarinya untuk bisa beradaptasi di Persib Bandung. Meskipun diakui dirinya kalau atmosfir sepak bola Indonesia sangat berbeda dengan Eropa. Dirinya secara pribadi sangat tertantang untuk segera mempelajari sepak bola di Liga 1 musim ini.

"Ya, ini pengalaman pertama saya datang ke Indonesia dalam hal sepakbola. Tentunya ini sangat berbeda dengan Eropa. Saya pernah bermain di luar Eropa, di MLS (Major League Soccer, Liga Utama Amerika Serikat) bersama New England. Tapi, Indonesia dan Asia pasti berbeda," terang Castillion, mengutip dari laman resmi Persib, Rabu (29/1/2020).

Geoffrey Castillion juga sudah mempelajari Persib Bandung sedikitnya dari Youtube. Dirinya sangat kagum dengan semangat para pemain dan pendukung dilapangan. Baginya dukungan yang sangat fanatik ini sangat bagus untuk memberikan semangat tim dilapangan.

“Dengan Youtube saya bisa mengetahui betapa fanatiknya pendukung sepakbola di sini. Ini luar biasa dan membuat saya harus melewati tantangan ini," ungkap Castillion, seperti apa yang dilansir dari laman resmi Persib, Rabu (29/1/2020).

Eks Ajax Amsterdam ini menilai pendukung Persib sangat luar biasa dan membuat dirinya semakin  bersemangat untuk mengenal klub asuhan Robert Rene Alberts ini. Ini merupakan pengalaman pertama yang luar biasa menurutnya jika ingin mengenal pentas sepak bola di Asia bersama Persib Bandung.

Pendukung Manchester United Berhak Merasa 'Kecewa'




Berita Bola - Ole Gunnar Solskjaer mengakui penggemar Manchester United punya alasan untuk “kecewa” setelah menyaksikan tim mereka kalah 2-0 dari Burnley.

Chris Wood dan Jay Rodriguez mencetak skor pada babak pertama untuk memberi tim tamu kemenangan pertama mereka di Old Trafford sejak 1962.

Itu adalah malam yang membuat pendukung United sekali lagi melantunkan protes kepada keluarga Glazer yang merupakan pemilik klub dan sejumlah besar penggemar meninggalkan pertandingan sebelum pertandingan berakhir.

“Pada akhirnya Anda merasa kecewa seperti yang Anda katakan, karena mungkin memang demikian, tetapi bagi kami, kami hanya harus berpegang teguh pada keyakinan kami dan tidak ada gunanya mengasihani diri sendiri,” kata pelatih asal Norwegia itu seperti dikutip dari laman berita bola BBC.

Skuad muda Man United telah dihadapi masalah cedera seperti Paul Pogba dan Marcus Rashford, sementara ada sembilan hari tersisa dari jendela transfer Januari bagi klub untuk mendatangkan pemain baru yang sangat dibutuhkan.

“Kami tahu kami sudah menjalani banyak pertandingan sejak Desember dan banyak yang mengalami kelelahan. Beberapa dari pemain mungkin banyak bermain lebih banyak dari yang diharapkan, saya pikir mereka butuh istirahat pertengahan musim," tutup mantan penyerang Manchester United itu.

Selanjutnya Man United akan bertanding di putaran keempat Piala FA melawan pemenang dari pertandingan ulang antara Watford dan Tranmere Rovers.

Patrice Evra Sarankan Paul Pogba Hengkang Dari United



Mantan bek Manchester United, Patrice Evra memberikan saran kepada gelandang Setan Merah Paul Pogba. Dirinya melihat gelandang 26 tahun itu sudah tidak akan betah lagi berada di lingkungan sepak bola yang sekarang. Dirinya akan selalu disalahkan oleh para pendukung bermain ataupun tidak bermain sama sekali.

Manchester United yang awalnya berhasil memulangkan Paul Pogba dengan nilai fantastic 89 juta poundsterling. Saat itu dirinya digaet dari klub sepak bola raksasa Italia, Juventus pada musim 2016-2017 lalu. Namun disayangkan Paul Pogba tampil diluar harapan yang tidak dapat menaikkan performa dari Setan Merah ditahun-tahun berikutnya.

Para pengemar pun sudah jenuh melihat tingkat dari Paul Pogba. Mereka menilai semua yang terjadi kepada Manchester United merupakan kesalahan dari Pogba. Situasi yang serba salah ini menurut Evra hal ini sudah tidak bisa lagi menjadi tempat tinggal untuk Pogba. Dirinya harus mempertimbangkan untuk segera pergi dari Reds Devils.

"Paul, saat dia bermain maka orang-orang akan menyalahkan dia, bahkan saat dia tak bermain sekalipun orang-orang akan tetap menyalahkannya," ujar Evra kepada media sepak bola Sky Sports.

Bahkan Evra memberi contoh saat diriya masih mempekuat Marseille. "Saya bisa mengerti dengan apa yang dia rasakan, namun saat Anda hanya dianggap menjadi masalah bagi klub ... Saya memberikan contoh diri saya sendiri ketika menendang salah satu penggemar Marseille.”

“Pemilik dan manajer klub kemudian datang dan bertanya: 'Patrice, apa yang akan kita lakukan sekarang?', Saya hanya berkata: 'Saya akan pergi'. Saya tidak ingin membawa hal negatif pada klub, dan saat ini mungkin sudah saatnya bagi Paul untuk pergi,” ujar Evra.

Lebih Lanjut Evra mengingat satu moment dimana Paul Pogba disalahkan oleh para pendukung di laga besar Juventus vs Manchester United. Padahal menurutnya pertandingan sebesar itu tidak hanya  menjadi tanggung jawab dari satu pemain saja.

“Pasalnya saya ingat ketiga laga besar antara Liverpool vs Manchester United, orang-orang lebih banyak membicarakan tentang Jose Mourinho dan Paul Pogba," kata Evra.

"Ini sebuah penghinaan, bagaimana mungkin saat dua klub terbesar di dunia sedang saling berhadapan mereka hanya membicarakan satu pemain dan manajer saja. Itu sebabnya terkadang saya berpikir mungkin sudah saatnya untuk dia pergi karena ketika dia bermain, mereka akan menyalahkan Anda. Bahkan saat Anda tidak bermain, mereka juga menyalahkan Anda,"tandasnya.

Juventus Percaya Diri Tidak Akan Datangkan Pemain Baru




Juventus sepertinya sudah percaya diri dengan skuad mereka saat ini di untuk mengarungi sisa musim di Liga Italia Serie A. Walaupun bursa transfer masih dibuka hingga akhir Januari mendatang 2020 ini. Banyak pemain yan g sudah dihubungkan akan datang ke Juventus namun semua itu sepertinya sudah tidak akan terwujud lagi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Juventus, Fabio Paratici yang mengatakan kalau mereka tidak ada rencana ingin menambah pemain baru di bursa transfer januari ini. Baginya saat ini Juventus sudah memiliki cukup pemain yang kuat serta solid.  Mereka masih mampu menghadapi Seriea A musim ini bersama saingan mereka Inter Milan.

“Perlombaan Scudetto rumit dan termasuk Lazio, yang memiliki skuat yang sangat kuat, seperti yang mereka tunjukkan melawan kami, dan Inter telah membeli banyak pemain papan atas musim panas ini seperti Romelu Lukaku, Alexis Sanchez, Nicolo Barella dan Stefano Sensi, jadi akan mengejutkan jika mereka akan melakukan investasi lebih besar lagi di Januari,” kata Paratici kepada berita bola Sky Sports.

“Kami percaya bahwa kami memiliki skuat yang sangat kompetitif dan untuk sementara waktu Anda di media memberi tahu kami bahwa kami memiliki terlalu banyak pemain. Oleh karena itu, sepertinya tidak mungkin kami belanja lagi di bulan Januari.”

Juventus memang berencana menjual beberapa pemain yang dianggap kurang memuaskan semua pihak. Seperti Emer Can, Adrien Rabiot, Daniele Rugani dan Marko Pjaca. Nama terakhir saat in masih cidera untuk dipertimbangkan mengenai masa depanya di Juventus.

“Kami sedang mengevaluasi Marko Pjaca, karena ia cidera dan perlu waktu bermain. Kami juga mengevaluasi apakah dia bisa tetap bersama kami, jika tidak ada opsi yang memuaskan semua pihak,” ujar Paratici.